Dinas Kesehatan Bandung Barat Antisipasi Penyebaran Campak
BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM,-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat menyiapkan sejumlah upaya preventif dalam menghadapi kasus campak yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliana Sukandar menjelaskan, sepanjang tahun 2026 ini ada 14 orang yang positif campak namun saat ini telah dinyatakan sembuh.
“Yang positif ada 14, dari pengiriman 2 tahap sampel ke laboratorium Biofarma. Sekarang sudah sembuh,” katanya, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, virus campak bisa menyerang balita hingga dewasa. Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan imunisasi campak yang dilaksanakan di umur 9 bulan dan18 bulan
“Sebenarnya campak itu virus kan. Kalau virus itu dengan daya tahan tubuh yang baik juga bisa sembuh. Selain itu, makanan yang bergizi dan vitamin A pun efektif mengantisipasi campak,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya pun memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di wilayahnya dalam mengantisipasi lonjakan kasus campak. Salah satunya dengan menyiapkan ruangan perawatan khusus.
“Kalau sudah kena virus campak perawatannya harus dipisahkan dengan yang lain jadi harus ada ruang isolasi dan kita sudah mendata untuk ruang solasinya ada 57 bed,” katanya.
Masih kata Lia, selain fasilitas kesehatan pihaknya pun menyiapkan tenaga kesehatan, obat-obatan dan juga vaksin untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus campak di Bandung Barat.
Ia pun mengimbau, masyarakat untuk tidak panik dan senantiasa menjaga kebersihan dengan menerapkan pola hidup sehat (PHS). Selain itu, masyarakat dihimbau untuk melakukan imunisasi campak bagi anak-anaknya.
“Bagi yang sudah merasa bergejala campak segera bawa ke faskes terdekat dan antisipasi jangan sampai parah. Saat demam ada ruam di kulit disertai sakit mata merah itu segera dibawa fasilitas pelayanan kesehatan,” tandasnya.



