Rakyat Melarat, Adian Napitupulu Gugah Kepekaan Kader PDIP Bandung Barat.
Tuti Turimayanti : Bung Adian Gugah Semangat dan Kepekaan Kader Pada Persoalan Bangsa

BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM, – Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu turun gunung mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (15/5/2026).
Kedatangan Aktivis 98 yang akrap disapa Bung Adian ini sebagai bagian dari rangkaian program Koordinator Wilayah PDI Perjuangan Jawa Barat bertajuk ‘Diskusi Internal PDI Perjuangan’.
DPC PDI Perjuangan Bandung Barat merupakan lawatan ketujuh dari rencana safari di 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat.
Bung Adian memberikan penguatan kader partai untuk berdiskusi terkait persoalan bangsa.
Kegiatan dihadiri seluruh pejabat teras PDI Perjuangan Jawa Barat dan Bandu Barat seperti Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, Ketua DPC Tuti Turimayanti, Sekretaris DPC, Fajar Taufik, Anggota Legislatif, Bendahara DPD Budi Sembiring, serta Wasekjen Internal DPD Ida Widaningsih, jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) dan sayap partai.
Ketua DPC PDIP KBB, Tuti Turimayanti yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menjelaskan, tokoh senior pergerakan Adian Napitupulu memberi suntikan semangat untuk terus meningkatkan kerja politik kader. Kedatangan Adian juga bertepatan dengan momentum membangun soliditas kader pasca pelaksanaan Kompercab, Musancab, dan Musran.
“Diskusi itu membuka dan menggugah wawasan kader terkait kondisi memprihatinkan rakyat dampak dari kebijakan pemerintah, khususnya dampak ekonomi. Beliau menegaskan kader PDI Perjuangan mulai meningkatkan kepekaan dan mengadvokasi persoalan rakyat akar rumput,”terang Maya usai acara berlangsung.
Dalam diskusi yang digelar hingga 3 jam penuh kekeluargaan namun dengan bahasan yang serius, Adian dan kader Bandung Barat saling berdebat dan berdiskusi terkait peran PDI Perjuangan sebagai jalan keluar dari permasalahan rakyat.
Di hadapan kader, papar Maya, politisi yang dikenal merakyat, kritis dan berani ini disebut lebih banyak menekankan pentingnya kehadiran partai di tengah persoalan konkret masyarakat.
“PDI Perjuangan harus menjadi rumah besar rakyat Bandung Barat untuk menyampaikan aspirasi dan menyelesaikan persoalan mereka,” Tambah Maya.
Menurutnya, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini menjadi alasan mengapa kader partai diminta tidak sekadar bergerak secara administratif atau seremonial. Adian menekankan seluruh struktur partai, mulai DPC, PAC, ranting hingga anak ranting harus siap mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan, mulai urusan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi dasar.
“Bukan hanya teoritis, tapi aplikasi langsung membantu rakyat,” katanya Maya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana partai politik mulai membaca meningkatnya keresahan sosial masyarakat di tengah situasi ekonomi nasional yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Maya menambahkan, munculnya istilah Indonesia sedang tidak baik-baik saja wajar digaungkan karena persoalan dasar masyarakat dan kesewenangan kebijakan pemerintah pusat berdampak langsung pada hajat hidup dasar masyarakat tingkat bawah, sehingga kader partai dituntut hadir lebih nyata di lapangan.
Kehadiran figur yang dianggap dekat dengan tradisi aktivisme membuat konsolidasi internal partai terasa lebih hidup di tengah kejenuhan politik pasca agenda organisasi internal.
PDIP KBB berharap konsolidasi tersebut mampu memperkuat soliditas kader sekaligus mengarahkan gerak partai agar lebih tepat sasaran dalam menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Sebab di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan sosial warga, partai politik dinilai tidak cukup hanya hadir menjelang pemilu, tetapi juga diuji sejauh mana mampu menjadi sandaran masyarakat saat kondisi sedang sulit,” tandasnya.




