PemerintahanPendidikanSosial Politik

DPRD Bandung Dorong Kemandirian Gen-Z Melalui Pelatihan Kerja

KABUPATEN BANDUNG, SILOKANEWS.COM,-Fenomena kekerasan remaja yang marak belakangan ini, termasuk kasus pengeroyokan siswa SMA di Bandung, menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB, Hj. Renie Rahayu Fauzi. Ia menegaskan bahwa solusi nyata untuk membentengi generasi muda adalah melalui pemberdayaan keterampilan dan pembinaan karakter.

Melalui program aspirasi E-Pokir yang disinergikan dengan UPTD Pelatihan Kerja Disnaker Kabupaten Bandung, puluhan pemuda baru saja menyelesaikan pelatihan intensif selama 15 hari. Program ini berbasis boarding sehingga peserta tidak hanya belajar teknis, tetapi juga disiplin, etika kerja, dan pembentukan karakter.

Fokus pelatihan diarahkan pada dua sektor strategis: kejuruan service HP/elektronik dan daur ulang sampah. Keduanya dipilih karena relevan dengan kebutuhan pasar sekaligus membuka peluang usaha baru bagi anak muda.

Menurut Hj. Renie, salah satu akar masalah kriminalitas remaja adalah kekosongan aktivitas produktif dan minimnya harapan masa depan.

“Daripada energi mereka tersalurkan ke pergaulan negatif, kami arahkan untuk menjadi teknisi dan wirausaha lingkungan,” ujarnya saat menutup pelatihan (24/04).

Pelatihan service HP membekali Gen Z dengan keahlian teknis yang bernilai ekonomi tinggi, sejalan dengan kedekatan mereka pada dunia digital. Sementara itu, pelatihan daur ulang sampah mengajarkan kepedulian lingkungan sekaligus membuka peluang bisnis berbasis ekonomi sirkular.

Program boarding selama 15 hari memastikan peserta benar-benar fokus, jauh dari distraksi, dan terbiasa dengan pola hidup disiplin. Hal ini diharapkan mampu membentuk mental tangguh sekaligus keterampilan yang siap diterapkan di masyarakat.

Fraksi PKB Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelatihan gratis bagi pemuda. Langkah ini diyakini dapat menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi kriminalitas jalanan.
Semangat para peserta menjadi bukti bahwa anak muda sebenarnya haus akan kegiatan positif. Walaupun lelah, mereka tetap antusias mengikuti setiap sesi pelatihan hingga selesai.

Hj. Renie menambahkan, ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri peserta, tetapi juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungan sekitar. Dengan begitu, generasi muda memiliki martabat melalui keahlian dan harapan lewat lapangan kerja.

Program ini sekaligus menjadi jawaban atas keresahan masyarakat terhadap degradasi moral remaja. Pemerintah hadir bukan hanya dengan regulasi, tetapi juga solusi nyata berupa pemberdayaan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button