Sosial Politik

Haris Faisal: Jangan Sibuk Bicara Suksesi, Rakyat Cimahi Sedang Menunggu Kerja Nyata

JAKARTA, SILOKANEWS.COM,- Riak politik soal siapa calon pemimpin berikutnya dinilai terlalu dini untuk dibicarakan. Di saat pemerintahan hasil Pilkada masih berjalan dan berbagai persoalan masyarakat masih menunggu penyelesaian, energi politik justru dinilai lebih dibutuhkan untuk mengawal jalannya pembangunan daripada membangun narasi suksesi.

Pandangan itu disampaikan Politisi Partai Golkar yang juga unsur Pimpinan Dewan Etik, Haris Faisal, menanggapi klarifikasi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi Bambang Purnomo terkait kabar yang menyebut Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira telah mendeklarasikan diri sebagai calon wali kota pada kontestasi mendatang.

Disampaikan Haris, dirinya mengapresiasi langkah Gerindra yang memilih memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Klarifikasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terseret pada persepsi yang dapat menimbulkan kegaduhan politik yang tidak perlu.

“Saya mengapresiasi klarifikasi yang disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi. Klarifikasi yang terbuka merupakan bentuk tanggung jawab politik agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat menimbulkan persepsi yang keliru,” jelas Haris saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Kamis 30 Juli 2026.

Namun bagi Haris, substansi persoalan sesungguhnya bukan terletak pada ada atau tidaknya deklarasi politik. Yang lebih penting yakni, memastikan seluruh kekuatan politik tetap fokus pada mandat yang sedang dijalankan pemerintahan saat ini.

Menurutnya, amanah rakyat kepada Wali Kota, Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira masih berlangsung. Karena itu, pembicaraan mengenai kontestasi berikutnya belum menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

“Belum waktunya berbicara mengenai kontestasi politik berikutnya. Prioritas seluruh elemen politik seharusnya bukan membangun wacana suksesi, melainkan memastikan pemerintahan dapat bekerja secara optimal demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat setelah Pemilu dan Pilkada usai, partai politik sejatinya memasuki fase yang berbeda. Kompetisi berakhir, sementara tanggung jawab untuk mengawal jalannya pemerintahan justru dimulai.

Ditekankan Haris, seluruh partai politik memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk bersama-sama memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai harapan masyarakat. Perbedaan pilihan politik yang terjadi saat pemilihan, kata dia, seharusnya tidak lagi menjadi sekat dalam memperjuangkan kepentingan publik.

“Yang tersisa adalah tanggung jawab bersama untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat,” katanya.

Dalam pandangan, ia menyampaikan, masyarakat saat ini tidak sedang menunggu siapa figur yang akan maju pada pemilihan berikutnya. Yang lebih dibutuhkan adalah hasil kerja nyata yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Ukuran keberhasilan partai politik maupun para pemimpin daerah tidak ditentukan oleh seberapa dini membangun panggung politik, melainkan oleh kontribusi yang diberikan selama memegang amanah.

“Rakyat tidak sedang menunggu siapa yang akan menjadi calon berikutnya. Rakyat menunggu hasil kerja, solusi nyata, dan sinergi dari seluruh kekuatan politik demi kemajuan Kota Cimahi,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak, seluruh partai politik menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan elektoral jangka pendek.

“Politik yang matang tercermin dari kemampuan seluruh pihak menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi, Bambang Purnomo meluruskan informasi yang beredar terkait kegiatan di GOR Vicka, Cigugur. Ia menegaskan, tidak pernah ada deklarasi pencalonan Adhitia Yudisthira sebagai calon wali kota dalam kegiatan tersebut.

“Perlu diluruskan di sini, tidak ada deklarasi calon wali kota di kegiatan itu. Fokusnya adalah penguatan Laskar Gerindra dan pembahasan program sosial, hanya itu,” kata Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Bambang, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam memperkuat organisasi sekaligus mengawal berbagai program pemerintah agar tepat sasaran hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Di tengah munculnya berbagai spekulasi politik, pernyataan Haris menjadi penegasan sejatinya publik sesungguhnya akan menilai partai dan para pemimpin bukan dari manuver yang dibangun jauh hari sebelum pemilihan, melainkan dari kemampuan mereka menjawab kebutuhan masyarakat hari ini.

Sebab pada akhirnya, panggung politik bisa berganti setiap periode. Tetapi kebutuhan rakyat terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan tidak pernah menunggu datangnya musim kampanye.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button