PemerintahanSosial Politik

Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Dadang M Naser : “Momentum Gerakan Bersama Perbaiki Lingkungan”

BANDUNG, SILOKANEWS.COM,-Peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung tahun 2026 tak lagi sekadar seremoni. Di tengah bencana banjir yang masih terjadi, momentum ini mulai diarahkan menjadi gerakan nyata untuk membangun kesadaran lingkungan masyarakat.

Sorotan utama datang dari Dadang M Naser yang menekankan bahwa peringatan hari jadi harus menjadi titik balik dalam memperkuat aksi ekologis, bukan hanya kegiatan simbolis tahunan.

Menurutnya, kondisi banjir yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola lingkungan, terutama terkait berkurangnya kawasan resapan air dan masifnya alih fungsi lahan.

“Banjir ini bukan sekadar bencana, tapi sinyal kuat bahwa kita harus berubah. Peringatan hari jadi harus dimaknai sebagai gerakan bersama untuk memperbaiki lingkungan,” ujarnya.

Dalam momentum tersebut, Dadang juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan penghijauan, termasuk menanam dan merawat pohon secara berkelanjutan.

Ia menilai, selama ini banyak program lingkungan yang berhenti pada tahap penanaman tanpa perawatan yang optimal.

“Sering kali kita berhenti di seremoni. Padahal yang terpenting adalah memastikan pohon itu hidup dan tumbuh. Itu yang akan memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” katanya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, ia menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan pendekatan jangka panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat akar rumput.

Dadang juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif tentang fungsi ekologis pohon, tidak hanya sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai solusi dalam mengurangi risiko banjir dan menjaga keseimbangan alam.

“Kita harus ubah cara pandang. Bukan soal berapa banyak yang ditanam, tapi berapa yang berhasil tumbuh dan memberi manfaat. Itu yang harus menjadi ukuran keberhasilan,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong lahirnya kader-kader lingkungan di masyarakat yang memiliki pemahaman dan komitmen dalam menjaga keberlanjutan program penghijauan.

“Kader lingkungan ini penting sebagai ujung tombak. Mereka yang akan memastikan pohon-pohon yang ditanam benar-benar dirawat dan tidak terbengkalai,” ungkapnya.

Dadang optimistis, jika gerakan lingkungan dijalankan secara konsisten dan terukur, maka dampaknya akan signifikan dalam jangka panjang, termasuk dalam menekan potensi banjir di Kabupaten Bandung.

“Kalau kita serius menjaga hulu, memperbaiki resapan air, dan menanam pohon secara berkelanjutan, maka risiko banjir bisa berkurang. Ini investasi untuk masa depan,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT Kabupaten Bandung ke-385 sebagai awal perubahan nyata menuju lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button