Adhitia Yudhistira Pastikan Kota Cimahi Siap Sambut Pemudik
Apel Gelar Pasukan Pengaturan dan Pengawasan Arus Mudik dan Balik Lalu Lintas Hari Raya Idul Fitri 1447 H

CIMAHI,SILOKANEWS.COM,- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menggelar Apel Gelar Pasukan Pengaturan dan Pengawasan Arus Mudik dan Balik Lalu Lintas Hari Raya Idul Fitri 1447 H di UPTD PKB, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan personil dan sarana prasarana pendukung yang dipersiapkan untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menyampaikan bahwa setiap tahun momentum mudik Lebaran selalu menjadi pergerakan mobilitas masyarakat terbesar di Indonesia.
Dishub memegang peran kunci dalam memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran mobilitas jutaan kendaraan yang bergerak dalam waktu hampir bersamaan.
“Kota Cimahi memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai kota perlintasan di kawasan Bandung Raya. Arus kendaraan dari dan menuju berbagai wilayah di Jawa Barat akan melintasi koridor-koridor jalan di kota Cimahi,” ujar Adhitia.
Sehubungan dengan itu, Adhitia menyebut kesiapan personel dan sistem pengawasan lalu lintas menjadi hal yang mutlak. Apel gelar pasukan ini juga menjadi momen untuk memastikan kesiapan personel, sarana, serta prosedur operasional yang akan digunakan di lapangan.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya disiplin personel sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Dirinya meminta seluruh petugas yang terlibat agar bekerja secara profesional, responsif, dan bertanggung jawab saat bertugas di lapangan.
“Kejelasan pembagian tugas harus dipastikan. Setiap personel harus memahami perannya masing-masing, baik dalam pengaturan lalu lintas, pengawasan terminal dan halte, maupun dalam pengujian kendaraan,” ujarnya.
Adhitia juga mengingatkan agar pemetaan titik rawan kemacetan dilakukan secara cermat, khususnya di simpang-simpang utama, ruas jalan padat, serta wilayah perbatasan kota. Petugas di lapangan diharapkan mampu melakukan antisipasi dini serta rekayasa lalu lintas secara cepat dan terukur.
“Pelaksanaan ramp check terhadap angkutan umum harus dilakukan secara ketat dan objektif. Kelaikan teknis kendaraan, sistem rem, ban, lampu, serta kelengkapan administrasi harus dipastikan memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
Wakil Wali Kota juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektoral antara Dinas Perhubungan dengan kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta pemerintah daerah sekitar. Komunikasi yang cepat dan terpadu dinilai menjadi kunci dalam penanganan situasi darurat maupun lonjakan arus lalu lintas.
Dalam kesempatan tersebut, Adhitia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk belajar dari tragedi kecelakaan bus pariwisata di Subang pada tahun 2024 yang menelan banyak korban jiwa. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pemeriksaan kelaikan kendaraan secara serius.
Wakil Wali Kota menegaskan bahwa setiap proses pengujian kendaraan, ramp check, hingga tanda tangan pada dokumen kelaikan jalan memiliki konsekuensi besar terhadap keselamatan manusia. Oleh karena itu, tidak boleh ada kompromi terhadap keselamatan masyarakat.
“Kita ingin masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan rasa aman, sampai di kampung halaman dengan selamat, dan kembali ke tempat aktivitas dengan tenang,” ujarnya.
Kepada awak media, Adhitia menjelaskan bahwa Dishub Kota Cimahi telah mempersiapkan dua titik pos pengamanan untuk mendukung pengaturan arus lalu lintas selama periode mudik dan libur Lebaran. Pos terpadu utama ditempatkan di Alun-alun Cimahi serta pos lainnya di kawasan Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum.
Selain kesiapan personel, Dishub Kota Cimahi juga menyiapkan sejumlah armada operasional untuk mendukung pengawasan dan penanganan di lapangan.
Armada tersebut meliputi dua unit double cabin, satu unit single cabin, satu unit mobil derek, satu unit mobil derek operasional Penerangan Jalan Umum, dan dua unit crane.
“Saya tekankan kepada Dinas Perhubungan Kota Cimahi agar juga fokus tidak hanya kepada personil yang ditugaskan piket di pos terpadu saja, tapi kita harus antisipasi mengenai titik-titik kemacetan baru di Kota Cimahi yang diakibatkan oleh libur Lebaran,” tegasnya.
Wakil Wali Kota menambahkan bahwa beberapa lokasi yang berpotensi menimbulkan kemacetan antara lain kawasan tempat pemakaman umum, pusat perbelanjaan, dan kawasan rekreasi.
Oleh karena itu, pemetaan dan pengawasan terhadap titik-titik tersebut perlu dilakukan sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, Adhitia mengajak masyarakat Kota Cimahi untuk menjaga toleransi antarumat beragama. Hal ini mengingat perayaan Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
“Mari kita hormati, mari kita hargai saudara-saudara kita yang beragama Hindu, yang merayakan Nyepi, sebagai bentuk toleransi kita terhadap saudara-saudara kita yang berbeda agama. Lalu kemudian tidak euforia ya, tetapi insya Allah di Cimahi pasti kondusif,” pungkasnya



