Meriahkan HUT Ke-19 Bandung Barat, ‘JAJARANS FESTIVAL’ Angkat Ekonomi UMKM dan Industri Kreatif
Apresiasi Antusias Warga, Rafi Ahmad dan Nagita Slavina Gratiskan Kuliner UMKM Bandung Barat

BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM,- Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-19 Kabupaten Bandung Barat (KBB) Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad bersama Rans menggelar event ‘Jajarans Festival’ di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, 7-9 Agustus 2026.
Festival ini melibatkan 38 UMKM dan menghadirkan panggung hiburan rakyat dengan segudang seniman papan atas seperti Ade Astrid. Sebagai bentuk apresiasi antusias warga, Raffi dan Nagita menggratiskan dagangan UMKM bagi masyarakat yang hadir hari itu.
Melalui event ini, Rans berharap dapat mengangkat pelaku UMKM dan Industri kreatif Bandung Barat yang dikemas dalam bentuk festival dan hiburan bagi masyarakat Bandung Barat.
Disampaikan Raffi, kemampuan seorang kepala daerah akan terus mengalami evolusi, perubahan, dan inovasi seiring berjalannya waktu. Karena itu, kepemimpinan Jeje tidak seharusnya dipandang sebagai kerja individual.
“Tidak ada yang namanya Superman, tidak ada orang yang hebat sendirian,” ucap Raffi yang hadir langsung di hari kedua acara bersama istrinya Nagita Slavina, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Raffi, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie yang tak lain adik iparnya harus mengedepankan kepemimpinan pentahelix dengan melibatkan perangkat pemerintahan bersama swasta dalam membangun Bandung Barat.
Bahkan, Raffi menempatkan komunikasi sebagai salah satu kunci agar proses pembangunan di KBB tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Ada Pak Wakil, ada Pak Sekda yang mendampingi, dan juga semua teman-teman dari media Kabupaten Bandung Barat, dan juga teman-teman di pusat yang mendukung. Intinya komunikasi tetap kompak,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tuntutan agar pemerintah daerah mampu menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Sebab, keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya ditentukan oleh seberapa kuat figur kepala daerah tampil di ruang publik. Pemerintahan membutuhkan kerja kolektif, koordinasi birokrasi, konsistensi kebijakan, serta kemampuan menerjemahkan program menjadi manfaat nyata.
Dikatakan Raffi, komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk KBB, juga terus dilakukan dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut tidak hanya diberikan kepada Bandung Barat, tetapi kepada berbagai daerah.
“Kita juga sering berkomunikasi dari pusat. Saya rasa bukan hanya dengan KBB saja tapi sama semuanya,” katanya.
Namun, dukungan pusat maupun komunikasi lintas pemerintahan pada akhirnya bukan ukuran tunggal keberhasilan sebuah daerah. Ujian sebenarnya tetap berada di tingkat masyarakat.
“Apakah perubahan yang diklaim pemerintah benar-benar terasa? Apakah pelayanan publik semakin mudah? Apakah pembangunan menjawab kebutuhan warga? Apakah program pemerintah mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat?, ini menjadi tolak ukur keberhasilan,” katanya.
“Harus terus ada perubahan. Setiap kemajuan yang bisa lebih baik. Dan itu salah satu hal yang paling penting buat masyarakat, buat warga Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.
Pernyataan itu sekaligus menempatkan pemerintah daerah pada tuntutan yang sederhana tetapi berat, setiap tahun harus ada perbaikan. Bukan sekadar pergantian program, tetapi peningkatan kualitas hasil.
Bagi KBB, ia menyebutkan, tantangan tersebut semakin penting karena pembangunan daerah membutuhkan kesinambungan. Pemerintahan tidak bisa berhenti pada pencapaian sesaat atau mengandalkan popularitas seorang pemimpin.
“Bupati Jeje, Wakil Bupati, Sekda, dan seluruh perangkat daerah harus mampu membangun sistem yang tetap berjalan meski figur dan momentum politik berubah,” jelasnya.
Dalam konteks itu, ucapan Raffi soal “tidak ada Superman” dapat dibaca sebagai pengingat bahwa pemerintahan yang sehat bukanlah pemerintahan yang bertumpu pada satu orang.
Kepala daerah memang menjadi wajah pemerintahan. Tetapi kualitas pemerintahan justru terlihat dari seberapa kuat sistem bekerja di belakang figur tersebut.
Sehubungan itu, ia mengharapkan, Bandung Barat terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Pokoknya, maju terus. Dari tahun ke tahun Kabupaten Bandung Barat berkembang terus,” pungkasnya.
Harapan itu kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah KBB. Sebab, kemajuan tidak cukup diklaim. Ia harus terlihat dalam kehidupan warga.
Dan pada akhirnya, ukuran paling jujur terhadap keberhasilan kepemimpinan bukan seberapa banyak pujian yang diterima seorang kepala daerah, melainkan seberapa nyata perubahan yang dirasakan masyarakat.






