PemerintahanEkonomiRagam

Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Refleksi Umat, Prof. KH. Achmad Tjachja Nugraha: Kembali pada Spirit Ilmu dan Peradaban

JAKARTA, SILOKANEWS.COM,- Peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremoni tahunan di bulan Ramadan.

Lebih dari itu, momen turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW menjadi titik awal lahirnya peradaban ilmu yang mengubah arah sejarah umat manusia.

Hal tersebut disampaikan Prof. KH. Achmad Tjachja Nugraha, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Penasihat Persatuan Umat Islam (PUI), dalam keterangannya memperingati Nuzulul Qur’an tahun ini.

Ia menegaskan, Al-Qur’an tidak hanya hadir sebagai kitab suci, tetapi juga sebagai pedoman transformasi sosial, moral, dan intelektual.

Menurutnya, peristiwa turunnya Al-Qur’an di Gua Hira harus dimaknai sebagai revolusi peradaban berbasis ilmu pengetahuan.

“Ayat pertama yang turun adalah Iqra’, bacalah. Ini bukan kebetulan. Islam sejak awal menempatkan ilmu sebagai fondasi utama kebangkitan umat,” ujar Prof. Achmad.

Ia menjelaskan, Nuzulul Qur’an mengandung pesan kuat tentang pentingnya literasi, riset, dan penguatan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi digital, umat Islam dituntut untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam berpikir dan bertindak.

“Al-Qur’an bukan hanya dibaca untuk mendapatkan pahala, tetapi harus dipahami dan diimplementasikan dalam sistem sosial, ekonomi, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan,” tegasnya.

Sebagai Penasihat PUI, Prof. KH. Achmad menilai organisasi keumatan memiliki tanggung jawab besar dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an.

PUI, kata dia, sejak awal berdiri membawa misi dakwah dan pendidikan yang berorientasi pada penguatan umat melalui ilmu dan akhlak.

Ia mengingatkan bahwa kemunduran umat seringkali terjadi bukan karena kurangnya sumber daya, tetapi karena menjauh dari nilai dasar yang diajarkan Al-Qur’an, seperti kejujuran, keadilan, disiplin, dan kerja keras.

“Nuzulul Qur’an harus menjadi momentum muhasabah. Sudah sejauh mana Al-Qur’an menjadi pedoman hidup kita? Apakah ia hanya hadir di rak-rak rumah, atau benar-benar menjadi ruh dalam setiap kebijakan dan keputusan?” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Achmad menyoroti pentingnya menjadikan Ramadan sebagai bulan pembentukan karakter Qur’ani.

Ia menilai, puasa melatih pengendalian diri, empati sosial, dan integritas moral. Nilai-nilai tersebut, jika dikaitkan dengan ajaran Al-Qur’an, akan melahirkan pribadi dan masyarakat yang tangguh.

Dalam konteks kebangsaan, ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an sejalan dengan semangat membangun Indonesia yang adil dan beradab.

Prinsip keadilan sosial, persaudaraan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan merupakan ajaran universal yang relevan dalam kehidupan berbangsa.

“Islam tidak pernah bertentangan dengan semangat kebangsaan. Justru Al-Qur’an mengajarkan kita untuk membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban,” ujarnya.

Ia berharap peringatan Nuzulul Qur’an tidak berhenti pada kegiatan seremonial seperti pengajian atau lomba tilawah semata.

Lebih dari itu, harus ada gerakan nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi umat, dan memperluas dakwah berbasis ilmu.

Menurutnya, tantangan umat ke depan semakin kompleks, mulai dari krisis moral, disinformasi digital, hingga ketimpangan sosial.

Semua itu, kata dia, membutuhkan solusi yang berpijak pada nilai wahyu dan pendekatan ilmiah.

“Al-Qur’an memberi arah, ilmu memberi metode. Keduanya harus berjalan beriringan,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Prof. KH. Achmad Tjachja Nugraha mengajak seluruh umat Islam menjadikan Nuzulul Qur’an sebagai titik tolak kebangkitan spiritual dan intelektual.

“Jika kita ingin bangkit sebagai umat, maka kembalilah pada Al-Qur’an. Baca dengan kesadaran, pahami dengan ilmu, dan amalkan dengan konsisten. Itulah makna sejati Nuzulul Qur’an,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button