Patanjala Indonesia Dokumentasikan Maestro Cianjuran Yus Wiradiredja
Katalisator Pewarisan Karawitan Sunda

CIANJUR, BANDUNGSATU.COM,- Yayasan Kebudayaan Patanjala Indonesia Dokumentasikan Praktik Baik Yus Wiradiredja Maestro Tembang Sunda Cianjuran dan Kreator Karawitan Sunda.
Ini dilakukan sebagai upaya menyelamatkan aset intelektual dan melestarikan warisan tradisi Sunda, Yayasan Kebudayaan Patanjala Indonesia secara resmi telah merampungkan seluruh rangkaian produksi lapangan untuk program dokumentasi karya budaya Dr. H. R. Yusuf Wiradiredja, S.Kar., M.Hum.
Kegiatan strategis ini didukung penuh melalui program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat Kementerian Kebudayaan RI.
Program pendokumentasian yang berlangsung pada 18-19 Juni 2026 di Kabupaten Cianjur ini ditujukan sebagai langkah konkret pilar pelindungan dan penyelamatan data kebudayaan (cultural data rescue).
Fokus utama program ini adalah mengkodifikasikan rekam jejak serta kebaruan metodologis yang dilahirkan oleh sang maestro, khususnya melalui penciptaan Metode Lagu Model pada awal tahun 2000an. Metode ini hadir sebagai strategi jembatan (entry point) bagi anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengenal pakem Tembang Sunda Cianjuran (TSC) secara ramah anak.
Dalam sesi wawancara khusus di sela-sela kegiatan produksi di Bumi Ageung Cikidang, Ketua Yayasan Kebudayaan Patanjala Indonesia, Grisela Dita Fridayanti, S.I.Kom., menegaskan bahwa inovasi ‘Lagu Model’ merupakan jawaban nyata atas kegelisahan kultural terhadap eksistensi Tembang Sunda Cianjuran yang kian menurun di kalangan generasi muda karena tingkat kesulitan teks, konteks, dan praktiknya yang tinggi.
“Seorang maestro adalah penjaga gerbang kebudayaan yang menyimpan tacit knowledge luar biasa. Melalui fasilitasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat bergerak cepat menyatukan catatan proses kreatif dan naskah musik Dr. Yus Wiradiredja yang selama ini masih tersebar secara parsial. Langkah ini penting agar metode ‘Lagu Model’ yang berhasil menyederhanakan rumitnya cengkok (dongkari) dan rumpaka klasik menjadi repertoar yang adaptif bagi anak-anak dapat terdokumentasi menjadi basis data yang terstruktur bagi masa depan kebudayaan kita,” ujar Ketua Yayasan Patanjala Indonesia, Grisela Dita Fridayanti.
Beliau secara khusus juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang mendalam atas terjalinnya kemitraan kelembagaan ini.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesarnya kepada Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat Kemenbud RI beserta seluruh jajaran. Dukungan dan asistensi yang diberikan oleh pihak balai menjadi energi besar bagi kami di komunitas swadaya untuk terus konsisten melakukan kerja-kerja penyelamatan aset budaya. Sinergi ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan optimal ketika pemerintah dan lembaga kebudayaan lokal berjalan beriringan,” imbuhnya.
Proses produksi yang berlangsung selama dua hari tersebut melibatkan tim peneliti, pengkaji, serta kru multimedia profesional. Tim dokumentasi berhasil merekam beberapa poin krusial, di antaranya:
Wawancara Mendalam (Indepth Interview): Penggalian filosofi kesenian dan sejarah penciptaan metode pembelajaran langsung bersama Dr. Yus Wiradiredja di kompleks historis Bumi Ageung Cikidang, Cianjur.
Dokumentasi Praktik Baik Transmisi Pengetahuan: Perekaman visual proses transfer keahlian dan internalisasi nilai Tembang Sunda Cianjuran dari maestro kepada generasi penerus.
Perekaman Eksklusif Pertunjukan Model: Perekaman audio visual berkualitas tinggi untuk struktur musikalitas “Lagu Model” yang dibawakan oleh tim kesenian sebagai percontohan bagi publik.
Penelusuran Situs Memori Kultural: Pengambilan rekaman latar belakang sejarah silsilah di Pasarean Agung (makam leluhur) serta kawasan Gang Pasarbaru yang menjadi ruang tumbuh masa kecil sang maestro.
Dr. Yus Wiradiredja dikenal luas dalam peta kebudayaan Jawa Barat sebagai tokoh sentral yang unik, mampu menyatukan peran seniman empiris dan akademisi metodologis.
Karyanya menjadi bukti autentik bagaimana kecerdasan lokal mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan akar kosmologi Sunda.
Yayasan Kebudayaan Patanjala Indonesia bersama BP Kebudayaan Jawa Barat Kemenbud RI memproyeksikan seluruh output dokumentasi ini sebagai materi rujukan ilmiah yang berkelanjutan bagi para akademisi, bahan ajar muatan lokal di daerah, serta stimulan kreatif bagi seniman-seniman muda di tanah air.
Tentang Yayasan Kebudayaan Patanjala Indonesia
Yayasan Kebudayaan Patanjala Indonesia adalah lembaga nonprofit yang bergerak aktif dalam upaya pemuliaan, pengkajian, pelindungan, dan pemajuan kebudayaan Nusantara, khususnya kebudayaan Sunda di wilayah Jawa Barat.



