12 Faskes Transformasi Digital, BPJS Kesehatan Cimahi Beri Penghargaan

CIMAHI, SILOKANEWS.COM,- BPJS Kesehatan Cabang Cimahi memberikan apresiasi kepada 12 fasilitas kesehatan atau faskes di Kota Cimahi.
Penghargaan diberikan karena ke-12 faskes tersebut sukses mengaplikasikan transformasi digitalisasi layanan sebagai wujud akselerasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan ini juga merupakan implementasi Transformasi Mutu Layanan yang digaungkan oleh BPJS Kesehatan, di mana salah satunya adalah pemanfaatan fitur antrean online melalui aplikasi Mobile JKN.
Pemberian penghargaan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhiatira yang mewakili Wali Kota Ngatiyana, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati, Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan Yudi Bastia, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Cecep Heri Suhendar.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan Kota Cimahi atas kolaborasinya ini, sehingga Kota Cimahi mendapatkan penghargaan UHC tiga tahun berturut-turur. Ke depannya kualitas mutu pelayanan fasilitas kesehatan di Cimahi menjadi konsen kami untuk terus ditingkatkan,” kata Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhiatira saat ditemui usai kegiatan di Neo Hotel, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Senin (2/3/2026).
Hal tersebut sebagai upaya transformasi digitalisasi untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) dan sebagai wujud akselerasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Di Cimahi pengguna Mobile JKN sudah mencapai 77% dan itu bisa meminimalisasi waktu layanan di rumah sakit. Makanya fokus Pemkot Cimahi di 2026 adalah menyosialisasikan ke masyarakat untuk pakai Mobile JKN,” sambungnya.
Dikatakannya, implementasi digitalisasi layanan bisa mereduksi waktu layanan di rumah sakit atau puskesmas. Sehingga bisa mengurangi kepadatan pasien di satu titik pelayanan.
Untuk itu, lanjut Adhit, Pemkot Cimahi berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kota Cimahi untuk merealisasikan UHC.
Atas hal itu selama tiga tahun berturut-turut Pemkot Cimahi mendapatkan penghargaan UHC. Penghargaan bertajuk “Transformasi Digital” bagi enam faskes tingkat pertama (FKTP) yaitu Puskesmas Leuwigajah, Puskesmas Cimahi Utara, Klinik Aulia Sehat, Klinik Nayaka Husada 3, praktek dokter Mirda, dan praktek dokter gigi Zuniati.
Sedangkan untuk 6 faskes rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) diserahkan kepada RS Kasih Bunda, RS Mitra Anugerah Lestari, Klinik Utama Amanah 2, RSUD Cibabat, RS Avisena, serta RS Gigi dan Mulut Unjani.
Di tempat yang sama Deputi Direksi Wilayah V BPJS Kesehatan Yudi Bastia mengatakan, transformasi digital menjadi kunci utama untuk memastikan layanan JKN berjalan dengan mudah, cepat, dan setara bagi seluruh peserta.
“Kami mengapresiasi ke Pemkot Cimahi beserta jajaran yang sudah memproleh UHC award. Salah satu indikatornya kualitas mutu pelayanan fasilitas kesehatan di Cimahi yang semakin cepat dan lebih baik,” ucapnya.
Saat ini pemanfaatan layanan digital di Kota Cimahi telah melampaui 77% yang menandakan manfaat transformasi tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat peserta JKN.
Di aplikasi JKN Mobile terdapat berbagai fitur digital mulai dari antrean online, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga sistem biometrik. Sehingga memberikan kepastian layanan tanpa waktu tunggu yang lama bagi pasien.
“Sekaligus mendukung pengelolaan administrasi faskes yang efektif dan pembiayaan yang akuntabel,” imbuhnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Cecep Heri Suhendar menambahkan, penghargaan diberikan kepada fasilitas kesehatan yang konsisten menerapkan inovasi digital secara bertahap dari bintang satu hingga bintang tujuh.
Saat ini pemanfaatan layanan digital telah melampaui 50 persen, menandakan transformasi mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Peserta JKN.
“Kemitraan BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan dibangun secara setara, bukan subordinatif. Kami memastikan kepesertaan dan pembayaran klaim berjalan lancar, sementara FKTP dan FKRTL bertanggung jawab menjaga mutu pelayanan,” tandasnya



