EkonomiPemerintahan

Disperkim Bandung Barat Upayakan Kenaikan Bantuan Rutilahu Setara Provinsi

BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM,- Menimbang harga material bangunan terus merangkak naik, nilai bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih bertahan di angka Rp20 juta per unit.

Kondisi ini dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menghadirkan hunian yang benar-benar layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat tetap melanjutkan program perbaikan rumah warga tahun ini dengan total sasaran mencapai 367 unit yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) KBB, Anni Roslianti menjelaskan, dari total tersebut sebanyak 249 unit berada di luar kawasan kumuh, sementara 118 unit lainnya berada di kawasan kumuh.

“Untuk tahun ini total ada 367 unit Rutilahu. Sebanyak 249 unit berada di luar kawasan kumuh dan 118 unit berada di kawasan kumuh,” ucap Anni kepada saat ditemui, Rabu, 15 Juli 2026.

Penanganan Rutilahu tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mengurangi kawasan dengan kondisi lingkungan yang belum layak.

Namun di balik program yang terus berjalan, terdapat persoalan yang mulai menjadi sorotan, yakni besaran bantuan yang dinilai belum lagi sebanding dengan kebutuhan pembangunan saat ini.

Diakui Anni, bantuan Rutilahu yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung Barat masih berada di angka Rp20 juta per unit. Jumlah itu hanya separuh dari bantuan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah mencapai Rp40 juta per unit.

Perbedaan tersebut membuat ruang gerak penerima bantuan menjadi lebih terbatas dalam melakukan perbaikan rumah secara menyeluruh. Karena itu, Disperkim tengah menyiapkan langkah untuk mendorong kenaikan nilai bantuan melalui penyusunan regulasi baru.

“Saat ini kami sedang menyusun Peraturan Bupati. Mudah-mudahan nanti bisa menjadi dasar untuk meningkatkan nilai bantuan agar mendekati bantuan dari Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, kenaikan nilai bantuan menjadi penting agar program Rutilahu tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi benar-benar mampu menghasilkan rumah yang layak huni dan aman bagi masyarakat.

Terlebih, biaya pembangunan saat ini terus mengalami peningkatan, sementara kebutuhan perbaikan rumah warga masih cukup tinggi di berbagai wilayah Bandung Barat.

Dengan regulasi baru yang tengah disiapkan, pemerintah daerah berharap nilai bantuan Rutilahu ke depan bisa meningkat hingga Rp40 juta per unit atau setara dengan bantuan yang diberikan pemerintah provinsi.

“Kami berharap ke depan bantuan bisa naik menjadi Rp40 juta per unit sehingga hasil perbaikannya lebih optimal dan manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Bagi ribuan warga yang masih menunggu giliran mendapatkan bantuan, kenaikan nilai Rutilahu bukan sekadar soal angka. Di tengah mahalnya biaya bahan bangunan, tambahan bantuan menjadi faktor penting agar rumah yang sebelumnya nyaris roboh benar-benar bisa berubah menjadi tempat tinggal yang layak untuk ditinggali.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button