Pembangunan Skatepark Lapangan Teuku Umar Ditolak Warga
Aktif Digunakan Anak-anak Bermain Sepakbola

BANDUNG, SILOKANEWS.COM,-Pembangunan skatepark dalam revitalisasi Taman Fitnes atau Lapangan Teuku Umar di Kecamatan Coblong, Kota Bandung tetap ditolak warga meskipun sudah dipastikan akan dibangun 30 persen.
Sedangkan sisanya akan dibangun jogging track, plaza, seating area, tempat duduk, dan lapangan futsal atau mini soccer. Sehingga anak-anak di sana dipastikan masih tetap bisa latihan main bola meski taman tersebut direvitalisasi.
Perwakilan Pemuda Teuku Umar, Novian Ardiansyah mengatakan, pihaknya tetap menolak skatepark meski dibangun 30 persen dari total luas lahan itu karena mayoritas warga di sana sudah lama hobi bermain bola.
“Kita belum tahu gambarnya seperti apa, terus yang kedua kalau misalkan dibikin 30 persen kan tetap ada skateboard, terus ada BMX juga. Ada mini soccer tapi ini gambarnya juga belum tahu seperti apa,” ujarnya.
Pihaknya juga keberatan dengan revitalisasi ini meski akan dibangun mini soccer karena warga menginginkan lapangan yang sudah ada diperbaiki agar lebih nyaman ketika digunakan oleh warga sekitar.
Selain itu, penolakan tersebut juga dilakukan karena selama ini tidak ada sosialisasi dari Pemkot Bandung kepada warga sekitar. Sehingga warga menilai revitalisasi ini lebih condong ke alih fungsi lapangan sepak bola.
“Kita lagi latihan main bola, tahu-tahu material datang, kan kita bertanya-tanya. Dari warga pun awalnya kita nggak tahu si lapang ini akan dibuat seperti apa,” ucap Novian.
Perwakilan pemuda yang lainnya, Linda Zanalia mengatakan, lapangan tersebut tidak memungkinkan digunakan bermain BMX dan skateboard oleh warga sekitar karena membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Sedangkan kami tahu sendiri perekonomian di wilayah kami seperti apa. Terus berapa orang sih di wilayah kami yang punya BMX, jadi lebih lebih proper biarkan saja anak-anak bermain bola dan menikmati fasilitas ini,” kata Linda.
Ia mengatakan, warga lebih mendukung jika revitalisasi Taman Fitnes ini tidak menghilangkan lapangan sepak bola, apalagi jika lapangannya diperbaiki dan ditambah fasilitas seperti tempat duduk dan lain-lain.
“Biarkan mereka yang berpatungan untuk membeli bola, satu orang, dan mereka bisa bermain tanpa harus di dalam gang dan lain-lain. Jadi kalau mau diperbaiki, diperbagus tamanny ya silakan,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut kata dia, Pemkot Bandung seharusnya memperbaiki stakepark yang sudah ada agar tidak sampai mengganggu fasilitas lain yang selama ini sudah digunakan oleh warga di Kecamatan Coblong.
“Kalau pun memang ada budgetnya untuk memperbaiki lapang skateboard, kenapa nggak perbaiki lapang skateboard yang ada saja,” kata Linda.



