Buruh Tani Bandung Barat Tergantung di Pohon Cengkeh, Lansia Tak Bernyawa di Kamar Kontrakan
Polisi Tangani Dua Kasus Penemuan Jenazah Sehari

BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM, –
Dua peristiwa kematian menggegerkan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Senin (6/4/2026). Satu kasus merupakan dugaan gantung diri di Kecamatan Cisarua, dan penemuan mayat di sebuah kamar kontrakan di Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, membenarkan kedua kejadian tersebut. Ia menyebut, pihak kepolisian telah menerima laporan dari masyarakat dan langsung bergerak cepat melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Betul hari ini kami mendapatkan dua laporan penemuan jenazah di Kabupaten Bandung Barat,” kata Gofur saat dikonfirmasi.
Peristiwa pertama terjadi di Kampung Cibodas, Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua. Seorang pria berinisial H (34), buruh tani asal Desa Cipada, ditemukan tewas tergantung di pohon cengkeh sekitar pukul 02.00 WIB.
“Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi,” ujar dia.
Berdasarkan keterangan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh istri korban, Tati (30). Ia terbangun dari tidur dan mendapati kondisi rumah tidak seperti biasa, dengan pakaian berserakan serta tali jemuran yang hilang.
Merasa curiga, Tati kemudian mencari keberadaan suaminya hingga ke kebun milik orang tuanya. Di lokasi tersebut, ia menemukan korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh.
“Hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia akibat leher tertekan jeratan, dan ditemukan adanya tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi,” jelasnya.
Sementara itu, pada hari yang sama sekitar pukul 08.30 WIB, warga Kampung Situsaer, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, juga digegerkan dengan penemuan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar kontrakan.
Korban diketahui berinisial SY (64), seorang ibu rumah tangga asal Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang. Ia ditemukan dalam kondisi terlentang di lantai kamar kontrakan berukuran 3×4 meter yang telah ditempatinya selama sekitar empat bulan.
Penemuan mayat tersebut bermula saat pemilik kontrakan, Sri Wulan (43), bersama suaminya Hendar Suhendar (52), hendak menagih uang sewa. Namun, pintu kontrakan tidak kunjung dibuka meski sudah diketuk berkali-kali.
Karena curiga, Hendar kemudian membuka pintu kontrakan tersebut. Saat pintu terbuka, tercium bau tidak sedap dari dalam ruangan dan korban terlihat sudah dalam kondisi meninggal dunia di lantai kamar.
Dari keterangan keluarga dan warga, disebutkan Gofur korban memiliki riwayat penyakit kronis seperti asam urat dan kolesterol tinggi, serta pernah mengeluhkan sakit jantung. Tim medis dari Puskesmas Padalarang turut melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Terkait penyebab dari masing-masing peristiwa tersebut, menurutnya masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa sejumlah saksi dan pengumpulan bahan keterangan.
“Untuk penyebab dan permasalahan, keduanya masih dalam Lidik dan pengumpulan keterangan,” tandasnya.


