
BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM,-Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menyelenggarakan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengatakan, tujuan utama Pra-Musrenbang ini adalah membahas dan menyelaraskan daftar usulan hasil Musrenbang tingkat kecamatan untuk dirumuskan menjadi prioritas daerah.
“Pembahasan dilakukan secara terstruktur berdasarkan pembagian lima Daerah Pemilihan (Dapil) DPRD, dengan merujuk pada kamus usulan yang telah disinkronkan dengan tema pembangunan tahunan,” katanya.
Ia menambahkan, pentingnya akurasi dalam penyusunan usulan. Sinkronisasi usulan dari tingkat kecamatan harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
“Selain itu juga mendukung pencapaian visi-misi Kabupaten Bandung Barat ‘AMANAH’ (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis),” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda KBB, R. Eriska Hendrayana, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian integral dari sistem perencanaan bottom-up yang partisipatif.
“Ini adalah wahana untuk memadankan aspirasi masyarakat dari tingkat desa dan kecamatan ke dalam perencanaan daerah, sesuai prinsip partisipasi publik dan prioritas yang nyata,” jelasnya.
Di tempat sama, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPED), M. Imam Yudha Wiwaha, menambahkan bahwa seluruh mekanisme usulan mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
“Hal ini menjamin proses perencanaan bersifat terbuka, terdokumentasi, dan akuntabel,” katanya.
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan lima pilar utama yang menjadi fokus pembangunan pada tahun 2027 mendatang.
“Peningkatan Kualitas SDM dengan menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berkarakter. Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Meningkatkan produktivitas berbasis potensi sektor unggulan daerah. Selanjutnya untuk tata Kelola Pemerintahan yakni mewujudkan birokrasi yang profesional, inovatif, transparan, dan akuntabel,” katanya.
“Dari sisi aksibilitas wilayah yakni dengan empercepat pembangunan infrastruktur strategis dan konektivitas antarwilayah. Lingkungan Hidup Berkelanjutan yaitu meningkatkan kualitas lingkungan yang tangguh dengan tetap menjaga kearifan budaya lokal,” tandasnya.


