Polres Cimahi Gandeng Berbagai Elemen Jaga Kamtibmas Selama Ramadan dan Lebaran
Ratusan Ormas, OKP, Komunitas Ojol, Serikat Buruh dan Mahasiswa Deklarasi Dukungan

BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM,-Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, jajaran kepolisian mulai memperkuat koordinasi lintas elemen masyarakat guna menjaga stabilitas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Polres Cimahi menggandeng berbagai organisasi masyarakat, serikat pekerja hingga komunitas ojek online dalam deklarasi bersama untuk menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan hingga masa mudik Lebaran.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan agenda silaturahmi dan buka puasa bersama yang melibatkan sejumlah elemen masyarakat di wilayah hukum Polres Cimahi.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adiputra mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi antara kepolisian dengan berbagai kelompok masyarakat sekaligus membangun komitmen bersama menjaga keamanan menjelang libur panjang Idul Fitri.
“Selain silaturahmi dan buka puasa bersama, kita juga menggelar pengajian serta deklarasi bersama dengan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga Harkamtibmas di wilayah hukum Polres Cimahi,” kata Niko di Mapolres Cimahi, Senin malam, 2 Maret 2026.
Disampaikan Niko, deklarasi tersebut diikuti sejumlah unsur masyarakat, mulai dari serikat buruh, serikat pekerja, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas ojek online (ojol), hingga kalangan mahasiswa.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya menjelang momentum libur Lebaran yang biasanya diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Tujuannya agar kita semua memiliki komitmen yang sama untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, terutama menjelang libur Lebaran yang cukup panjang,” ujarnya.
Selain memperkuat sinergi dengan masyarakat, ia menuturkan, Polres Cimahi mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat yang menjadi agenda rutin pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Dalam operasi tersebut, kepolisian akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada pemudik.
“Tahun ini kami akan mendirikan total 11 pos pengamanan dan pelayanan di wilayah hukum Polres Cimahi,” jelasnya.
Diterangkan Niko, terdapat perbedaan skema pengamanan antara Operasi Ketupat tahun ini dengan Operasi Lilin pada akhir tahun lalu. Salah satunya adalah penempatan dua posko terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat pengendalian arus mudik.
Dua posko terpadu tersebut akan ditempatkan di kawasan Alun-Alun Cimahi dan di Exit Tol Padalarang yang menjadi salah satu titik strategis lalu lintas kendaraan menuju wilayah Bandung Raya dan jalur mudik ke arah Jawa Tengah.
“Pada Operasi Ketupat kali ini kami menyiapkan dua posko terpadu, yaitu di Alun-Alun Cimahi dan Exit Tol Padalarang,” ungkapnya.
Penambahan posko terpadu tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini.
Terkait momen libur lebaran, ia menyatakan, akan ada peningkatan arus perjalanan yang diperkirakan akan terjadi lebih awal karena adanya beberapa momentum libur yang berdekatan dengan periode mudik.
Di antaranya adalah libur Hari Raya Nyepi, kebijakan work from home (WFH), serta libur sekolah yang kemungkinan dimanfaatkan masyarakat untuk mulai melakukan perjalanan mudik lebih cepat.
“Kami memprediksi arus mudik tahun ini akan meningkat cukup signifikan,” ucapnya.
Mengingat kondisi demikian, ia menegaskan, pihak kepolisian memperkirakan pergerakan kendaraan pemudik sudah mulai terasa pada pertengahan Maret.
“Setelah hari Jumat atau sekitar tanggal 13 sampai 14 Maret, kemungkinan kami sudah mulai merasakan peningkatan arus mudik,” pungkasnya.



