EkonomiPemerintahanPendidikanSosial Politik

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan Berikan Bantuan Rp370 Juta untuk Bencana Longsor Bandung Barat

Sekaligus Tukar Pengalaman Penanganan Bencana

BANDUNG BARAT, SILOKANEWS.COM,- Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026,.

Tak hanya menyedot perhatian pemerintah daerah setempat. Respons juga datang dari luar provinsi, ditandai kunjungan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan yang menyerahkan bantuan langsung bagi warga terdampak.

Dalam kunjungannya, Helmi menyebutkan, bencana tersebut menjadi momentum pembelajaran lintas daerah untuk memperkuat solidaritas antarpemerintah daerah dalam menghadapi krisis kemanusiaan.

“Kami sudah berbicara dengan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dan Wakil Bupati, Asep Ismail. Kita tukar-tukaran pengalaman. Bencana ini harus menjadi pembelajaran untuk saling membantu dan mempererat silaturahim,” ucap Helmi saat ditemui di Posko Bencana Cisarua, Rabu, 11 Februari 2026.

Selain mengunjungi langsung masyarakat terdampak, ia menyampaikan, doa sekaligus dukungan moral bagi pemulihan wilayah terdampak, seraya menilai kepemimpinan daerah memiliki peran penting dalam memastikan kesejahteraan masyarakat pascabencana.

“Kita doakan semoga Bandung Barat tidak ada bencana lagi, masyarakat semakin sejahtera, apalagi dipimpin bupati dan wakil bupati yang baik, mencintai rakyatnya, dan Insya Allah dicintai rakyat,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Bengkulu menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp370 juta. Bantuan tersebut difokuskan pada kebutuhan prioritas warga berdasarkan permintaan masyarakat di lokasi terdampak.

Menurut Helmi, bantuan dialokasikan untuk pembangunan lima sumur bor guna mengatasi krisis air bersih, serta dukungan bagi dua rumah ibadah.

“Nilai bantuan kurang lebih Rp370 juta. Ada lima sumur bor, kemudian dua masjid dibantu, satu Rp100 juta dan satu lagi Rp50 juta,” bebernya.

Berkenaan bantuan yang diberikan, ia menekankan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Meskipun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat telah menggulirkan program pembangunan sumur bor, realisasi di lapangan dinilai belum sepenuhnya merata.

“Harapan kita tidak ada kesulitan air bersih. Walaupun pemerintah daerah sudah menyampaikan ada program sumur bor, mungkin masih ada yang belum terealisasi,” ujarnya.

Pembangunan lima sumur bor, ia menuturkan, merupakan usulan warga yang langsung direspons pemerintahannya dengan penyaluran bantuan di lokasi.

“Lima sumur bor ini usulan masyarakat kepada kami, dan kami langsung turun hari ini untuk menyerahkan bantuan,” pungkasnya.

Kunjungan dan bantuan lintas daerah ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana Pasirlangu masih menghadapi tantangan, terutama pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih. Koordinasi antarlevel pemerintahan serta percepatan realisasi program infrastruktur menjadi faktor krusial agar penanganan tidak berhenti pada simbolik bantuan, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button